Sebanyak 60.611 siswa lulusan SMP baik asal DKI maupun non DKI, mengikuti penerimaan peserta didik baru (PPDB) SMA/SMK tahap pertama yang dijadwalkan ulang oleh Dinas Pendidikan DKI mulai 6 – 8 Juli 2010. Diprediksi jumlah tersebut akan terus bertambah hingga mencapai 80 ribu siswa pada PPDB tersebut. Padahal, kuota yang tersedia untuk SMA/SMK itu hanya 44.726 bangku. Sedangkan jumlah siswa lulusan SMP tahun 2010 di DKI ini mencapai 140.000 siswa. Dengan begitu diperkirakan 95.274 siswa lulusan SMP harus mendaftar di sekolah swasta.
Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan PPDB Tahap I akan dibuka hingga tanggal 8 Juli pukul 12.00 secara online. Sehingga pada saat ini masih ada kesempatan bagi siswa lulusan SMP untuk mendaftarkan diri ke sekolah yang diinginkan. Tingginya jumlah pendaftar ini menunjukkan para orangtua melihat kualitas pendidikan di DKI Jakarta ini sangat baik. “Bayangkan saja, di hari pertama jumlahnya sudah mencapai 60 ribuan siswa. Artinya, sudah hampir separuh dari lulusan SMP yang ada mengikuti PPD tahap pertama,” ujar Taufik Yudi Mulyanto, Rabu (7/7).
Nantinya siswa yang diterima dalam PPDB SMA/SMK itu hanya yang memiliki nilai ujian negara tertinggi. Karenanya bagi siswa yang gagal dalam PPDB tersebut dapat segera mendaftarkan diri ke sekolah swasta agar dapat mengenyam pendidikan formil. Saat ini diketahui jumlah SMA di Jakarta mencapai 498 sekolah, terdiri dari 118 SMAN dan 380 SMA swasta. Sedangkan total jumlah SMK adalah sebanyak 500 SMK, terdiri dari 62 SMKN dan 438 SMK swasta. Kemudian untuk SMP saat ini terdapat 907 sekolah, terdiri dari 287 SMPN dan 620 SMP swasta.
Kepala Bidang Pendidikan SMP/SMA Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Amsani Idris, menjelaskan siswa yang akan diproses dalam PPDB ini merupakan calon siswa mendaftarkan diri pada tanggal 6-8 juli 2010. “Sedangkan, mereka yang mendaftar pada periode sebelumnya, yakni tanggal 1 – 3 Juli dibatalkan karena adanya kerusakan server yang ada,” katanya.
Terkait permasalahan kerusakan server PPDB online ini, Kepala Bidang Informasi dan Data Dinas Pendidikan DKI, Budi Sulistyono, mengatakan, hal itu terjadi karena adanya kesalahan teknis terkait fungsi sistem teknologi. Kejadian itu akan dievaluasi oleh Disdik DKI agar tidak terulang kembali pada pelaksanaan PPDB tahun depan. Menurutnya, permasalahan muncul karena adanya kesalahan pemasukan data yang sudah diunduh namun tidak bisa diubah, sehingga data siswa pendaftar tidak terlihat. Selain itu, mulai tahun ini, Disdik berniat menjalankan sistem online secara mandiri tanpa melibatkan operator lain di luar Disdik DKI.
“Ketika melihat sistem berjalan lambat sekali, Kepala Dinas Pendidikan DKI langsung memerintahkan untuk kembali bekerja sama dengan operator PT Telkom seperti yang dilakukan pada tahun-tahun lalu,” ujarnya. Maka sejak hari minggu malam (4/7), pihaknya telah melakukan migrasi data untuk dikelola kembali operator Telkom. Menurutnya, dana pengadaan sistem online tahun ini dialokasikan sebesar Rp 1,195 miliar yang digunakan untuk anggaran pembuatan petunjuk teknis, sosialisasi, dan pendaftaran online. (lenny)
Sumber : beritajakarta.com





